SELAMAT DATANG |
Bagaimana Membaca Neraca ?
  • Wed 14 December 2016
  • Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minu
  • 265
  • Artikel

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan perusahaan yang 100% modalnya dimiliki oleh pemerintah daerah,  sebagai suatu perusahaan maka PDAM wajib untuk membuat laporan keuangan, adapun pengertian laporan keuangan menurut PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan), adalah suatu laporan yang bertujuan memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas,  yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan dalam membuat keputusan ekonomi dan juga sebagai pertanggungan jawab manajeman atas pemanfaatan sumber daya milik entitas dalam mencapai tujuan entitas

Yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi :

  1. Aset
  2. Kewajiban
  3. Ekuitas (ketiganya tercantum dalam neraca)
  4. Penghasilan dan beban termasukkeuntungan dan kerugian (tercantum dalam Laporan Laba Rugi)
  5. Arus Kas (tercantum dalam Laporan Arus Kas)
  6. Laporan perubahan ekuitas
  7. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

Laporan keuangan wajib disajikan secara komparatif dengan tahun sebelumnya.

Laporan keuangan tersebut tentu didominasi oleh angka-angka keuangan yang sangat memusingkan bagi orang non keuangan untuk membacanya , sementara di PDAM pada umumnya dipimpin oleh orang dengan latar belakang non keuangan atau akuntansi, untuk itulah dalam Infoairminum, penulis yang berlatar belakang Akuntansi mencoba menjelaskan bagaimana membaca laporan keuangan secara sederhana sehingga mudah dipahami bagi top manajemen PDAM yang tidak memiliki latar belakang akuntansi atau keuangan.

Tulisan ini akan dibagi dalam beberapa sesi, untuk sesi pertama ini penulis akan menyajikan cara membaca NERACA, untuk itu dibawah ini disajikan laporan keuangan audited salah satu PDAM , dimana beberapa angkanya telah dirubah oleh penulis.

 

Definisi Neraca :

Neraca adalah suatu daftar yang menunjukkan aset (kekayaan) , kewajiban dan ekuitas suatu entitas pada suatu saat tertentu.

Sesuai dengan ketentuan PSAK neraca disajikan dalam perbandingan antara tahun 2016 dengan 2015, dan Aset/ kekayaan entitas disajikan pada kolom disebelah kiri, sedangkan kewajiban dan ekuitas disajikan disebelah kanan, sesaui dengan namanya neraca maka jumlah nilai rupiah pada kolom sebelah kiri dan kanan seimbang (sama).

Sederhana bukan cara membaca neraca, namun ada pula pertanyaan lanjutan bagi top manajemen, baguskah kondisi keuangan PDAM Tirta Indah pada tahun 2016 ?, untuk menjawab pertanyaan ini mari mulai kita bedah pos-pos yang terdapat dalam Neraca :

ini menunjukkan bahwa PDAM Tirta Indah memiliki kemampuan untuk melunasi utang lancarnya dari aset lancar yang dimilikinya analisa ini biaya disebut current ratio.

Adakah kelemahan yang terdapat pada aset lancar, jelas ada yaitu adanya pos penyisihan piutang, pos ini menunjukkan piutang PDAM Tirta Indah yang diperkirakan tidak dapat ditagih dan ini merupakan bagian kerugian yg diestimasikan dalam neraca perusahaan, kelemahan lainnya adalah besarnya nilai persediaan bahan instalasi di tahun 2016 sebesar Rp. 431,225,320,-- , hal ini menjadi kelemahan dengan alasan sekiranya uang untuk membeli persediaan bahan instalasi disimpan dalam rekening bank maka uang tersebut akan mendapat bunga, sementara aset dalam bentuk persediaan dapat berakhir menjadi kerugian bilamana terlalu lama tersimpan digudang yang disebabkan oleh kerusakan alami.

2. Selanjutnya mari kita lihat pada kolom sebelah kanan yang menyajikan kewajiban dan ekuitas perusahaan, yang dapat dibaca secara sederhana, sebagai berikut :

Pada pos ekuitas menunjukkan bahwa perusahaan mampu meraih keuntungan di tahun 2016 sebesar Rp. 330,812,014,-- ini menunjukkan bahwa operasional perusahaan sudah on the right track, namun secara akumulasi dengan tahun-tahun sebelumnya perusahaan masih menderita kerugian cukup signifikan karena nilai kerugian tahun lalu,masih jauh diatas keuntungan tahun berjalan.

Demikian sekilas tentang bagaimana membaca neraca perusahaan secara sederhana, tentu masih banyak pertanyaan mengapa harus disajikan secara perbandingan dengan tahun lalu ?, mengapa piutang harus disisihkan?, serta mengapa- mengapa lainnya, penulis hanya menjawab tolong simpan dulu pertanyaan tersebut akan terjawab pada tulisa-tulisan berikutnya, selamat bekerja, sampai jumpa pada tulisan berikutnya.

Penulis

 

D.W