SELAMAT DATANG |
Bagaimana Membaca Neraca ? (bagian 2 )
  • Tue 27 December 2016
  • Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minu
  • 215
  • Artikel

 OBROLAN SANTAI SESI 2 (LANTAI 2)

 

Rekan rekan Infoairminum beberapa waktu yang lalu telah disajikan tulisan terkait dengan bagaimana cara membaca laporan keuangan NERACA, namum saat itu penulis belum mempunyai ide yang pas untuk nama obrolan kita ini, oleh karena itu pada tulisan kedua ini penulis memberikan istilah yang cukup mengena yaitu LANTA  I (obroLAN sanTAI).

 

Pada lantai kali ini kita akan ngobrol tentang pos-pos yang secara umum ada di neraca Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tentu dengan tetap berpijak pada neraca yang telah k=disajikan pada tulisan sebelumnya.

 

POS-POS NERACA

 

Untuk mempermudah pembaca dibawah ini disajikan kembali neraca PDAM “ Tirta Indah”

  

 Secara garis besar pengelompokan pos-pos neraca terdiri dari

 

  1. Aset Lancar

Banyak sekali definisi tentang asset lancar, namun untuk mempermudah kita ambil saja definisi yang umum yaitu assets  adalah uang tunai atau kas dan aset kekayaan lainnya yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas maupun dijual/dikonsumsi habis dalam waktu tidak lebih dari satu tahun buku, adapun beberapa jenis asset lancer adalah :

 a. Kas / Setara kas

Ini merupakan asset yang paling lancar karena dapat digunakan untuk membiayai beban operasional atau membayar kewajiban perusahaan yang telah jatuh tempo, uang kas dapat tersimpan di brankas atau juga di Bank.

 

Khusus uang yang tersimpan di bank walaupun bersifat lancar namun dalam hal-hal tertentu tidak dapat disajikan sebagai asset lancar , yaitu :

 

  • Bilamana uang yang tersimpan di bank tersebut merupakan dana yang akan digunakan untuk kepentingan perusahaan yang telah ditetapkan terlebih dahulu, semisal untuk membayar kewajiban, atau direncanakan untuk melakukan investasi.
  • Bilamana uang yang tersimpan di Bank dalam bentuk Deposito dengan jangka waktu diatas 3 bulan, khusus untuk hal ini perlu di jelaskan lebih lanjut sesuai pengalaman penulis selaku auditor PDAM.

Banyak PDAM yang menyimpannya uangnya dalam bentuk Deposito dengan jangka waktu diatas 3 bulan, akibatnya ketika dilakukan penilaian kinerja keuangan khususnya terkait ratio kas, deposito tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai bagian dari Kas / setara kas, resikonya nilai ratio kas setara kas nya menjadi rendah, jadi dalam menyimpan uang Deposito sebaiknya untuk kurun waktu 3 bulan.

Terbukti dalam neraca PDAM Tirta Indah diatas terdapat deposito yang jangka waktunya diatas 3 bulan sehingga tidak termasuk dalam pos Kas/ Setara kas tetapi pos Deposito tersendiri.

 

 b. Piutang

Ini merupakan asset lancar yaitu tagihan perusahaan kepada pelanggannya yang disebabkan oleh adanya operasi usaha perusahaan dalam ini memberikan pelayanan air minum atau pemasangan baru.

 

Permasalahan piutang di PDAM sangat krusial, karena berdasarkan pengalaman pada perusahaan-perusahaan swasta pos piutang nyaris tidak ada penyisihannya, namun di PDAM pos ini pasti wajib dihitung penyisihannya, mengapa ada penyisihan piutang.

 

PDAM adalah perusahaan pelayanan umum yang bersifat retail karena jumlah pelanggannya yang sangat banyak, sehingga banyak pula pelanggan yang tidak membayar kewajibannya kepada PDAM secara tepat waktu, sementara laporan keuangan wajib disajikan secara jujur dalam arti piutang disajikan sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar oleh para pelanggannya, itulah mengapa di PDAM selalu ada perhitungan penyisihan piutang.

 

Metode untuk menghitung penyisihan piutang dapat dilakukan dengan berbagai metode, antara lain :

Metode umur piutang (aging schedule)

Dalam metode ini penyisihan piutang dihitung berdasarkan umur piutang, logikanya semakin lama umur piutang semakin tinggi kemungkinannya tidak tertagih dan ini banyak digunakan oleh PDAM.

 

Metode mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya

Untuk PDAM menggunakan kurun waktu 3 tahun terakhir secara prosentase, dengan catatan sebaiknya dibuat rata-rata piutang tidak tertagih per kelompok pelanggan, karena ini lebih terukur dibandingkan secara grand total.

 

Banyak rekan-rekan PDAM yang mengatakan bahwa perhitungan penyisihan piutang wajib menggunakan perhitungan berdasarkan pengalaman 3 tahun terkahir, hal ini sesuai dengan SAK ETAP, sedangkan pada kenyataanya SAK ETAP hanya menetapkan metode penyisihan piutang diserahkan kepada perusahaan mana yang dinilai paling akurat.

 

Bagaimana peran piutang dalam meningkatkan dan menurunkan kinerja PDAM akan disajikan pada sesi berikutnya

 c. Persediaan

Definisi persedian menurut PSAK adalah asset yang :

 

  • Dimiliki untuk dijual
  • Dalam proses produksi untuk dijual
  • Dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa

 

Persediaan adalah pos yang termasuk dalam asset lancar, artinya persediaan yang tercantum dalam neraca perusahaan adalah persediaan yang dalam kurun waktu satu siklus akuntansi (1 tahun), dapat menjadi uang dalam arti digunakan atau dijual.

 

Bagaimana dengan kondisi persediaan yang ada di PDAM yang umumnya terdiri dari persediaan bahan kimia (ini jelas lancar) dan persediaan bahan instalasi yang sebagian besar tidak dapat dijadikan uang untuk kurun waktu satu siklus akuntansi.

 

Pada masa sebelum diberlakukannya SAK ETAP, maka persediaan dibagi dalam 3 kelompok yaitu :

 

  • Persediaan yang cepat perputarannya ini dicatat sebagai persediaan dalam kelompok asset lancar.
  • Persediaan yang lambat perputarannya (missal. Bahan Instalasi) dicatat sebagai persediaan dalam kelompok asset lain-lain), PDAM yang menggunakan Pedoman Akuntansi dari Kemeneg OTDA No.8 tahun 2000, pasti pernah membukan ini.
  • Persediaan yang tidak lagi berputar dicatat dalam laporan Laba Rugi sebagai kerugian lain-lain.

 

Setelah menggunakan SAK ETAP, maka nyaris seluruh persediaan yang cepat, lambat bahkan tidak bergerakpun masih tercatat sebagai persediaan yang dikelompoknna sebagai asset lancar. Ini baru quo vadis namanya

Bagaimana menurut penulis : maaf belum bisa jawab, masih bingung ahhh

 

 

Oke sampai disini dulu LANTAI berikutnya masih tetap di obrolan neraca dulu ya , masih banyak dan belum game,

 

 

Penulis,

 

D.W