SELAMAT DATANG |
Bimbingan Teknis Hubungan Langganan dan Pemasaran
  • Wed 28 September 2016
  • Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minu
  • 268
  • Info Pelatihan

Perkembangan Kota/Kabupaten Bekasi begitu pesat letaknya yang strategis berada dekat dengan Ibu Kota DKI Jakarta menjadikan Kab/Kota yang mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat cepat pula. Sejalan dengan itu kebutuhan air minum juga meningkat. Pembangunan sarana dan prasarana juga pelayanan bidang air minum yang telah dilaksanakan memerlukan pengelolaan yang tepat.

 

IMG_4075

 

Sejalan dengan hal tesebut PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi berupaya terus menerus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang mampu mengelola fasilitas bidang air minum dengan baik dan benar. Menurut Bapak Amin bagian SDM dari PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi menyampaikan sumber daya manusia yang ada saat ini masih dipandang perlu untuk ditingkatkan kompetensinya. Selain merasa penting dan sangat membutuhkan peningkatan SDM nya maka PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi melaksanakan Pelatihan/Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Teknik Cipta Karya Wilayah I, merupakan salah satu program kegiatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi guna meningkatkan kinerja PDAM dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan PDAM kepada masyarakat.

 

IMG_4086

Dengan mengikuti kegiatan Pelatihan / Bimbingan Teknis Hubungan Pelenggan dan Pemasaran diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi dan pengetahuan, serta wawasan tentang pengertian dan proses pemasaran, peluang pemasaran dan perilaku konsumen, mengatasi serta menyelesaikan pengaduan konsumen terhadap pelayanan PDAM, promosi, komunikasi pemasaran, periklanan, promosi penjualan, serta hubungan masyarakat, pengembangan fungsi dan pedoman implementasi pelayanan pelanggan, segmentasi pasar dan penetapan target, pelayanan prima PDAM, perencanaan pemasaran dan strateginya, sehingga setelah mengikuti bimbingan teknis ini diharapkan para peserta akan lebih professional dalam pelaksanaan tugas pemasaran produk air minum PDAM dan meningkatkan kinerja PDAM dalam pelayanan pelanggan.

 

Acara pembukaan bimbingan teknis yang diikuti oleh sekitar 78 peserta dengan 5 kelas bimbingan teknik, yaitu Bimbingan teknis Hubungan Pelanggan dan Pemasaran, TOT bidang NRW, TOT Bidang SAK-ATAP, TOT bidang Efisiensi Energi, dan Bimbingan teknis Peningkatan Kinerja Penangan Sampah, dibuka oleh Kepala Balai Teknik Cipta Karya Wilayah 1 Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Ilham Muhargiady, M.Sc. Acara pembukaan bimbingan teknis ini turut dihadiri oleh Direktur PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi Bapak Usep Rahman Salim, serta Kepala Seksi Teknik Air Minum Ir. Dwi Kuryanto, MT.

 

Dalam sambutannya Kepala Balai Teknik Cipta Karya Wilayah 1 menekankan perlunya kesiapan pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam melayani masyarakat di wilayahnya, karena sampai pada saat sekarang ini pertumbuhan penduduk dan urbanisasi dewasa ini telah berdampak terhadap menurunnya kualitas lingkungan hidup terutama di kawasan perkotaan. Hal ini merupakan salah satu masalah penting untuk segera diatasi dan menjadi beban pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam melayani masyarakat di wilayahnya. Beberapa masalah penting yang dihadapi di kota-kota di Indonesia dalam bidang air minum adalah menurunnya kualitas kesehatan masyarakat akibat keterbatasan akses pelayanan air minum.

 

IMG_4115

 

Saat ini sebagian besar lembaga penyedia jasa masih belum mampu memproduksi dan mendistribusikan air layak minum sesuai standar kualitas air minum yang ditentukan. Dari sisi kuantitas, prosentase masyarakat yang mempunyai akses pada air minum dengan sistem perpipaan yang aman masih terbatas. Pada bidang pengelolaan dan kepengusahaan masih banyak perusahaan yang belum menerapkan prinsip pemulihan biaya (Cost Recovery), sehingga seringkali tarif air minum yang ditetapkan oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD setempat masih mengedepankan aspek sosial dan politik dari pada aspek teknis dan ekonomi perusahaan, akibatnya tarif air minum yang ditetapkan masih lebih rendah dari biaya produksi.

 

Lebih lanjut Kepala Balai mengemukaan salah satu faktor penting dalam penilaian kinerja PDAM adalah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh PDAM tersebut, mengingat SDM merupakan aset utama dan penggerak perusahaan yang menentukan kemajuan perusahaan. Keterbatasan SDM yang dimiliki oleh Perusahaan Daerah Air minum di daerah-daerah tertentu sangat dirasakan penting untuk segera diatasi. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas SDM (capacity building) baik melalui pelatihan-pelatihan/bimbingan teknis atau pendidikan-pendidikan, baik formal maupun informal bagi karyawan PDAM. (ed/sf)