SELAMAT DATANG |
Meningkatkan Kemampuan SDM PDAM Melalui Pendekatan Multi Level Marketing
  • Thu 06 October 2016
  • Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minu
  • 259
  • Pengumuman

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR  melakukan terobosan melaui program Center of Excellence(CoE). Program CoE itu sendiri merupakan program peningkatan kapasitas Sumber Daya manusia (SDM) dengan pendekatan Multi Level Marketing, dimana satu orang yang memperoleh bimbingan teknis melalui program CoE ini diharapkan bisa membimbing minimal 2 (dua) orang di PDAM dan dapat menjadi agen perubahan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan acara Workshop Program Center of Excellence (CoE) tahun anggaran 2015 yang yang dibuka Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Agustin Indriani yang mewakili Dirjen Cipta Karya Andreas Suhono, di Jakarta, Selasa (17/11).

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Andreas Suhono dalam sambutannya yang dibacakan Sesditjen CK Rina Agustin Indriani mengatakan, air merupakan kebutuhan esensial bagi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga konstitusi negara menjamin pemenuhan hak rakyat atas air. Untuk itu pembangunan prasarana dan sarana air minum turus ditingkatkan  selama 3 dasawarsa terakhir.

Salah satu pencapaian dari pembangunan ini menurutnya lebih lanjut,  adalah telah terlampauinya target MDGs sebesar 68,9%. Namun demikian, pembangunan bidang air minum masih dihadapkan pada tantangan yang lebih besar sebagaimana  diamanatkan dalam RPJMN 2015-2019, bahwa akses aman air minum 100% harus dapat terwujud pada akhir 2019. “Amanat ini juga selaras dengan amanat The United Nations Conference on Sustainable Development atau Rio+20, yang menyepakati, bahwa air minum merupakan inti dari pembangunan berkelanjutan karena berhubungan erat dengan sejumlah tantangan global yang dalam hal ini meliputi pertumbuhan penduduk, pembangunan dan ekonomi yang menuntut pemenuhan kebutuhan akses air minum yang layak, handal, berkualitas dan berkelanjutan.

Acara Workshop Program CoE ini diisi dengan Talk Show dengan topic “CoE Sebagai Terobosan Peningkatan Kompetensi SDM” yang menampilkan narasumber yakni Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Ditjen Cipta karya Kementerian PUPR Mochammad Natsir, Direktur Teknik PDAM Kota Malang Teguh Cahyono, Direktur PDAM Kabupaten Donggala, dan Pembina Nasional CoE Peni Pintarto.

Direktur Pengembangan Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Ditjen Cipta karya Kementerian PUPR Mochammad Natsir mengatakan, sejauh ini CoE ini memang sudah berlangsung selama empat tahun dan tentunya telah mencetak 90 orang pembina profesional dengan jumlah SDM yang telah mendapatkan bimbingan teknis sebanyak 1.700 orang.

Direktur Teknik PDAM Kota Malang Teguh Cahyono mengatakan, Ptrogram CoE ini merupakan terobosan yang luar biasa, karena dalam kurun waktu 3 tahun saja yang awalnya hanya 4  orang Pembina dan sekarang sudah berkembang menjadi 90 instrukur.

“Untuk PDAM kota malang itu sebenarnya SDM sudah mapan, akan tetapi dengan adanya program CoE ini diharapkan lebih meningkatkan lagi pengetahuannya terutama yang berkaitan bimbingan teknis yang diberikan melalui program CoE”, katanya.

Direktur PDAM Kabupaten Donggala Ali Abdullah mengatakan, ketertarikan kami untuk mengikuti CoE ini adalah berawal adanya sosialisasi dan penjaringan minat  yang informasinya sampai ketempat kami. “ternayata setelah kami mendapatkan sosialisasi tersebut, kami mengerti bahwa CoE merupakan suatu pelatihan yang sangat bermanfaat”, tuturnya.

Kemudian Peni Pintarto selaku Pembina Nasional CoE saat menceritakan tentang pengalamannya mengikuti program CoE mengatakan, awalnya ada motivasi yang kuat dalam diri saya, karena banyak pengetahuan yang kami peroleh tentang bagaimana kita mengelola air yang baik dan benar.

100 % Akses Aman Air Minum

Saat ditanya wartawan tentang kesiapan pencanangan target 100% akses aman untuk air minum Direktur Pengembangan Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Ditjen Cipta karya Kementerian PUPR Mochammad Natsir mengatakan, dalam RPJP 2004-2025 dan RPJMN 2015-2019 pemerintah telah mencanangkan target 100 % akses aman air minum dan ke depan harus ada 3 layer yaitu yang pertama, akan membangun sistemnya itu sendiri; yang kedua, pengelolaanya harus ditingkatkan yang juga bisa memfasilitasi PDAM yang di daerah; yang ketiga yaitu kita akan memberdayakan masyarakat agar dapat memanfaatkan air yang baik.

Ketua Umum PERPAMSI Rudie Kusmayadie menegaskan, tentunya PERPAMSI membantu program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, dan tentunya juga berupaya terus untuk memotivasi PDAM sendiri untuk meningkatkan pengetahuan,keahlian dan perencanaan yang baik.

Sementara itu. Penggagas CoE Danny Sutjiono.meminta kepada PDAM itu agar bisa mendapatkan kemampuan pemahaman yang baik dan bisa bergandeng tangan dan tidak berjalan sendiri-sendiri. “Karena kalau semua PDAM bergandengan tangan tentunya akses 100% bagi masyarakat Indonesia dapat terwujud”, harapnya.

Sebagai informasi, Program CoE ini mulai dirintis sejak tahun 2011 ini memiliki 3 macam materi yakni : penanganan kebocoran air, efesiensi energi, dan Standar Akuntansi Keuangan Entitas anpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP). Kemudian di tahun-tahun mendatang program CoE  dikembangkan untuk materi-materi lain sesuai kebutuhan PDAM. Peserta CoE selain mendapatkan materi-materi tersebut, akan memperoleh tambahan materi mengenai kepribadian dan kemampuan public speaking, sebagai modal peserta untuk menjadi agen perubahan di PDAM tempat mereka bekerja. (Iwn)