SELAMAT DATANG |
  • Mon, March 25, 2019
PIUTANG VS PAJAK
  • Thu 25 October 2018
  • Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minu
  • 39
  • Artikel

Dalam operasional suatu entitas bisnis pasti ada utang piutang. Hal itu memang sangat wajar, karena secara riil dilapangan utang adalah suatu komoditas yang paling likuid. Utang mudah digunakan untuk kepentingan apapun dan kapanpun, dan kemudahan inilah yang dimanfaatkan oleh entitas bisnis yang memang memiliki kepentingan yang sangat banyak dan bervariasi.

Sebagai contoh, pabrik minuman kaleng pasti membutuhkan berbagai bahan baku, diantaranya air baku yang memenuhi persyaratan kesehatan tertentu (air minum), bahan kimia, dan kemasan yang memenuhi persyaratan kesehatan. Tetapi untuk memenuhi kebutuhan tersebut,  tidak tersedia uang kas dalam jumlah yang mencukupi. Oleh karena itu, manajemen pabrik minuman kaleng tersebut akan memilih berhutang kepada pemasok bahan-bahan baku tersebut. Permasalahannya kemudian, kepada pemasok yang mana pihak manajemen akan berhutang? Apakah kepada pemasok air baku, pemasok bahan kimia, atau pemasok kemasan? Kira-kira apa yang akan menjadi dasar pemilihan bagi manajemen pabrik minuman kaleng untuk menentukan itu?

Dasar pemilihannya adalah bunga utang. Manajemen pabrik tersebut akan memilih pemasok mana yang tidak memberikan tambahan bunga bila pembayaran dilakukan dalam 1 sampai 3 bulan kedepan. Tentunya yang akan dipilih adalah pemasok air baku air minum, dalam hal ini PDAM. Mengapa? Karena PDAM tidak akan mengenakan bunga sepeser pun kepada pihak yang berutang kepada PDAM (baca: tidak membayar rekening air yang diterbitkan PDAM). PDAM hanya akan mengenakan denda yang jumlahnya tidak seberapa, tanpa bunga.

Itu satu contoh klasik yang menimpa banyak PDAM yang memasok sumber air baku pabrik minuman. Lebih parah lagi, masyarakat pelanggan pun melakukan hal ini. Masyarakat pelanggan memilih untuk tidak membayar rekening PDAM tepat pada waktunya. Toh apabila pelanggan terlambat bayar 1 atau 2 bulan, pelanggan hanya perlu membayar denda. Pelanggan pun masih akan mendapatkan air, karena PDAM tidak akan memutuskan sambungan sebelum 3 bulan.

Hal inilah yang menyebabkan banyak PDAM di Indonesia yang memiliki nilai piutang yang cukup tinggi. Piutang yang tinggi sangat erat hubungannya dengan tingkat efektivitas penagihan. Berdasarkan data hasil penilaian kinerja PDAM yang dilakukan oleh BPPSPAM pada tahun 2017, dari sebanyak 378 PDAM yang dinilai kinerjanya, hanya 50% PDAM (190 PDAM) yang memiliki efektivitas penagihan diatas 90%.

Apa akibat dari tingginya piutang PDAM?

PDAM sebagai perusahaan yang diwajibkan menerapkan SAK ETAP didalam laporan keuangannya wajib menperhitungkan estimasi besaran piutang tidak tertagih (Penyisihan Piutang). Estimasi tersebut dihitung berdasarkan pengalaman 3 tahun terakhir, dan dilaporkan sebagai beban penyisihan piutang dalam laporan laba/rugi. Sehingga tingginya piutang PDAM akan berdampak pada beban penyisihan piutang yang cukup besar.

Beban penyisihan piutang tersebut akan menyebabkan jumlah beban operasional PDAM bertambah, sehingga menyebabkan PDAM rugi. Padahal seandainya tidak ada beban penyisihan piutang, PDAM mengalami keuntungan.

Mengapa SAK-ETAP menetapkan kebijakan tersebut?

Hal ini karena SAK ETAP menginginkan penyajian laporan keuangan yang wajar, sehingga para pengguna laporan tidak salah dalam melakukan analisanya keuangan.

Namun demikian, hal ini berbeda dengan pihak perpajakan. Kantor pajak adalah lembaga yang diberi tugas untuk memungut uang pajak sebesar-besarnya untuk membiayai berjalannya pemerintahan dengan baik. Oleh karena itu, kantor pajak selalu berusaha untuk membuat aturan yang menjadikan perusahaan memperoleh laba, karena perhitungan besaran pajak yang harus dibayar adalah dari laba perusahaan.

Dua kepentingan yang berbeda tersebut berakibat pada penyajian pos penyisihan piutang yang berbeda. Secara SAK ETAP beban penyisihan piutang wajib dihitung, tetapi menurut peraturan pajak pos penyisihan piutang yang disajikan dalam laporan keuangan wajib dikoreksi atau tidak boleh dibebankan. [Djoko Widodo]

KEGIATAN
Statistik Pengunjung
  • Statistik Hari Ini
  • Statistik Bulan Ini
  • Statistik Tahun Ini
  • : 67
  • : 1210
  • : 3676
Link Terkait